Rabu, 11 Mei 2011

Belanja, Haji 2008

Belanja

Rangkaian ibadah haji sudah dijalani. Mulai dari Umrah, dilanjutkan puncak haji, yaitu wukuf di Padang Arafah, Mabit di Muzdalifah, Mabit di Mina serta Lontar Jumrah. Juga Tahallul hingga Tawaf Wada atau tawaf perpisahan. Insya Allah predikat Haji atau Hajjah Mabrur pun disandang. Amin.

Jamaah haji Indonesia sudah mulai bergerak pulang ke tanah air. Tentunya jamaah kurang merasa afdol jika tidak berbelanja oleh-oleh terlebih dulu sebelum pulang ke tanah air dan kembali ke kampung halaman. Banyak pilihan bagi jamaah untuk berbelanja di Arab Saudi. Baik di Jedah, Mekah maupun Madinah. Di ketiga kota ini hampir semua jenis oleh-oleh seperti mulai pakaian, makanan, kurma, hingga emas bisa didapat.

Namun jamaknya, banyak yang mengatakan jika beli emas bagusnya di Madinah. Demikian juga jika ingin membeli aneka kurma. Sementara untuk pakaian dan pernak-pernik pakaian atau kostum haji, banyak yang mengatakan sebaiknya di Jedah. Salah satu pilihan adalah di kompleks perbelanjaan Al Balad.

Pada Sabtu malam (13/12), saya dan rekan-rekan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Mekah diundang pertemuan oleh Menteri Agama, bersama rekan-rekan dari MCH Jedah dan Madinah. Sebelum ke acara pertemuan, kami menyempatkan diri untuk melihat-lihat di kompleks perbelanjaan Balad ini. Pusat perbelanjaan terbesar di Jedah ini ternyata penuh dengan jamaah haji, terutama jamaah dari Indonesia.

Jamaah bisa mendapatkan asli khas Timur Tengah. Misalnyasajadah Syiria, sajadah Turkey, kurma Tunisia, karpet India dan Mesir serta baju khas abaya (jubah serba hitam yang jamak digunakan wanita Arab Saudi). Bukan itu saja, kaum hawa juga dimanjakan dengan berderetnya ratusan toko emas. Jamaah bisa mendapatkan perhiasan emas ala Timur Tengah, yang terkenal dengan kemurniannya.

Banyak orang mengatakan emas di Arab Saudi jauh lebih baik dari emas di negeri kita. Para jamaah mungkin akan 'bingung' memilih model dan ukuran, karena begitu variatif dan beragamnya bentuk dan motif perhiasan yang dijajakan di ratusan toko perhiasan di Balad. Seperti gelang,cincin, kalung, berlian serta batu permata dan lainnya.

Suasana pusat perbelanjaan di Mekah juga tak kalah ramainya. Jamaah haji Indonesia banyak yang berbelanja di wilayah seperti Misfalah, Sulaimaniyah dan Ajyad, yang semuanya terletak di wilayah sekitar Masjidil Haram. Selain banyak menyediakan busana dan kostum haji, banyak juga toko penjual perhiasan emas.

Pada Ahad pagi (14/12) saya dan tiga rekan MCH Mekah sempat berjalan-jalan di wilayah Ajyad. Wilayah ini dipadati oleh jamaah yang tengah memburu oleh-oleh, dan terbanyak adalah jamaah dari Indonesia.

Tak sedikit pula jamaah yang 'kehabisan' real dan menukarkan rupiah yang mereka bawa dari tanah air ke mata uang Arab Saudi ini. Tampak dari padatnya tempat-tempat penukaran uang atau //money changer//. Nilai tukar real masih cukup tinggi. Sementara nilai tukar rupiah terus menurun. Pada siang itu, jika jamaah ingin membeli real, dipatok nilai tukar sekitar 3.100 rupiah. ASrtinya satu real sama dengan 3.100 rupiah. Sementara jika kita ingin membeli rupiah atau menukar uang rteal ke rupiah, nilai tukarnya adalah 2.857 rupiah.

Sebetulnya hampir semua barang-barang yang dijual di Arab Saudi bisa didapatkan jamaah di tanah air, seperti di Tanah Abang atau Jatinegara, Jakarta misalnya. Mungkin kalaupun mau belanja, cukup perhiasan emas saja. Karena memang banyak yang bilang bahwa kualitas emas di Arab Saudi bagus. Hanya saja karena merasa kurang afdol tadi, jamaah pun rela untuk berberat-berat menambah barang bawaannya.

Yang penting, yang harus diperhatikan jamaah, jangan sampai membawa barang bawaan melebihi berat maksimal yang ditentukan oleh pihak penerbangan. Baik Garuda maupun Saudia Airlines. yaitu 32 kilogram per jamaah. Kalaupun barang bawaan melebihi batasan tersebut, jamaah pun harus rela merogoh kantongnya lagi untuk mengirimkan barangnya melalui paket pos.

n osa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar